Wisata Religi Di Jogja Yang Patut Anda Kunjungi Di Bulan Maria [2] Wisata Religi Di Jogja Yang Patut Anda Kunjungi Di Bulan Maria [2]
Setelah episode pertama dengan judul 5 Tempat Wisata Religi Di Jogja Yang Patut Anda Kunjungi Di Bulan Maria , rumahwisata.com akan melanjutkan tulisan berikutnya... Wisata Religi Di Jogja Yang Patut Anda Kunjungi Di Bulan Maria [2]

Setelah episode pertama dengan judul 5 Tempat Wisata Religi Di Jogja Yang Patut Anda Kunjungi Di Bulan Maria [1], rumahwisata.com akan melanjutkan tulisan berikutnya mengenai tempat wisata religi di Jogja sebagai sarana peribadahan suci umat Katolik di Bulan Maria. Tulisan ini dibuat untuk memudahkan Anda dalam memilih tempat wisata religi di Jogja, sehingga Anda dapat menentukan dan memilih tempat wisata religi di Jogja yang sehati dengan Anda.

Taman Maria Wahyu Ibuku Giri Wening

Taman Maria Wahyu Ibuku Giriwening sebagai tempat wisata religi di Jogja ini berada di Dukuh Sengonkerep Rt. 02/04 Kelurahan Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, sebuah kawasan terisolir dengan jumlah sekitar 38 kepala keluarga yang beragama Katolik dan mayoritas sebagai petani yang bernaung di paroki Wedi Klaten.

wisata religi di Jogja

Melewati jalan setapak menurun berjarak kurang lebih 100 meter, tampak patung Bunda Maria dengan tinggi 2 meter sedang menggendong bayi Yesus Kristus. Dinding batu yang berderet panjang membentuk layaknya benteng memanjang oleh masyarakat sekitar di beri tetenger Watu Gedhek, secara harfiah berarti batu yang tersusun dari anyaman bambu. Hal ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang tidak di miliki oleh tempat wisata religi di Jogja lainnya.

Kisah keberadaan Taman Maria Wahyu Ibuku Giriwening sebagai tempat wisata religi di Jogja ini berawal dari seorang warga setempat bernama bapak Romanus Pambudi yang mendapatkan wahyu berupa cahaya salib dan  wujud kepala Yesus yang turun di belakang pekarangan belakang rumahnya pada pertengahan tahun 2009.

Singkat cerita, keluarga besar Ibu Gito Suwarno mengapresiasi peristiwa tersebut untuk membangun sebuah tempat yang nantinya akan di jadikan tempat peziarahan. Dengan hasil musyawarah antara bapak Romanus Pambudi dan keluarga besar Ibu Gito Suwarno, tempat wisata religi di Jogja ini mulai di bangun menjadi tempat peziarahan dan peribadahan umat Katolik dengan nama Gua Maria “Wahyu Ibuku” Watu Gedheg.

Pihak lain yang berkontribusi besar terhadap berdirinya tempat wisata religi di Jogja ini adalah Kongregasi Imam Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) Jogjakarta. Tidak hanya dalam hal penggantian Patung Bunda Maria yang baru tetapi dengan memberikan perubahan nama Gua Maria Wahyu Ibuku Watu Gedheg menjadi Taman Maria Wahyu Ibuku Giri Wening.

Semua itu dilakukan dengan alasan khusus demi kemajuan dan perkembangan tempat wisata religi di Jogja ini. Nama yang diberikanpun mempunyai makna yang sesuai dengan keadaan dan kondisi Taman Maria Wahyu Ibuku Giri Wening ini berada. Wahyu Ibuku bermakna Utusan BundaKu (Maria) dan Giri Wening berarti  gunung yang hening.

Sumur Kitiran Mas

Salah satu alternatif wisata religi di Jogja bagi umat Katolik adalah dengan mengunjungi Sumur Kitiran Mas di dalam Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Pakem, Sleman yang berada di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang. Lokasinyapun tidak begitu jauh dari kota Jogjakarta, dengan durasi waktu kurang dari satu jam, Anda sudah berada di salah satu tempat wisata religi di Jogja ini.

Terdapat dua sumur di dalam gereja tepat di bawah kaki Patung Bunda Maria. Satu sumur asli yang di bangun pada tahun 1985 dengan diameter 20 sentimeter  dan satu sumur lainnya berdiameter 70 sentimeter yang di gali di tahun 2002. Pembangunan sumur baru dengan diameter lebih besar diperuntukkan bagi umat agar selalu tercukupi dalam menikmati air kehidupan yang berada di area wisata religi di Jogja ini.

wisata religi di Jogja

Bertajuk Sumur Kitiran Mas dan Bunda Maria di yakini sebagai pelindung atau disebut dengan Sang Kitiran Kencana. Sedangkan Kitiran Mas adalah nama lain dari Semar yang melambangkan seorang abdi/hamba  sekaligus sebagai dewa pengasuh, penasehat dan pelindung ksatria.

Romo G.P. Sindhunata, S.J sebagai romo paroki pada saat itu berinisiatif untuk menggali sumur di bawah kaki Patung Bunda Maria yang berpotensi memiliki sumber air. Inisiatif itu muncul karena air di jambangan yang berada di bawah kaki Patung Bunda Maria memiliki mukjizat kesembuhan, kesejukan dan ketentraman batin bagi umat yang meminumnya setelah berdoa.

Sumur Kitiran Mas sebagai wisata religi di Jogja adalah pengingat dan penanda bagi umat Katolik untuk senantiasa berjuang dan mencari air kehidupan di saat dahaga jiwa melanda batin seseorang. Tidak mengherankan apabila Sumur Kitiran Mas merupakan wisata religi di Jogja populer yang sering dikunjungi, baik pada saat misa, hari natal, akhir tahun dan di Bulan Maria.

Makam Romo Richardus Kardis Sandjaja, Pr

Wisata religi di Jogja yang satu ini juga merupakan wisata religi di Jogja yang sering di kunjungi oleh peziarah umat Katolik. Makam Romo Richardus Kardis Sandjaja, makam yang berada dalam naungan Paroki St. Antonius, Muntilan. Romo Richardus Kardis Sandjaja adalah salah seorang martir pertama yang  terkenal di Pulau Jawa.

Lebih dikenal dengan nama Romo Sanjoyo yang lahir di 20 Mei 1914, adalah pastor yang di tasbihkan dan berimamat pada 3 Januari 1943 juga seorang pengajar seminari tinggi di Jogjakarta. Beliau juga dianugerahi oleh Gereja Katolik dengan gelar kesucian Beato (pribadi yang telah mencapai kebahagiaan sejati). Dan di tahun 1948 sebagai guru dan Rektor di Seminari Menengah di Muntilan.

Pada tanggal 20 Desember 1948 bertepatan dengan Agresi Militer Belanda II di Jogjakarta, Romo Sanjoyo terbunuh bersama Frater Hermanus Bouwens, SJ di Dusun Kembaran Muntilan. Pihak gereja merasa kehilangan dengan gugurnya kedua tokoh kharismatik tersebut.

wisata religi di Jogja

Di areal makam tempat wisata religi di Jogja ini, keberadaan makam Romo Sanjoyo tidak pernah sepi dari nyala lilin, artinya banyak sekali pengunjung yang datang ke makam Romo sebagai rasa penghormatan akan kiprah beliau selama masih hidup. Beliau telah menjelma sebagai simbol kesucian, kesetiaan, ketabahan dan kesederhanaan bagi umat Katolik di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

salam damai, cinta dan kasih dari kami, rumahwisata

semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda, selamat menjalankan ibadah suci di Bulan Maria

Untuk informasi PAKET WISATA ROHANI DI JOGJA silahkan

wisata religi di jogja

admin-lostatrans

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *