Keraton Jogja, Situs Warisan Budaya Indonesia Yang Melegenda Keraton Jogja, Situs Warisan Budaya Indonesia Yang Melegenda
Keraton Jogja adalah salah satu situs warisan budaya Indonesia sekaligus sebagai bukti otentik berdirinya sebuah kerajaan berdaulat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keraton Jogja adalah... Keraton Jogja, Situs Warisan Budaya Indonesia Yang Melegenda

Keraton Jogja adalah salah satu situs warisan budaya Indonesia sekaligus sebagai bukti otentik berdirinya sebuah kerajaan berdaulat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keraton Jogja adalah kerajaan terakhir diantara kerajaan – kerajaan yang pernah berjaya di tanah Nusantara sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Agustus 1945.

Awal Kelahiran Keraton Jogja

Pada masa Kerajaan Majapahit yang terakhir yaitu dimasa kepemimpinan Brawijaya V, pelan – pelan terjadi peralihan kekuasaan menjadi Kerajaan Islam Demak Bintoro. Setelah itu dengan berbagai peperangan kepentingan yang terjadi, maka lahirlah Kerajaan Pajang yang merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam pimpinan Sultan Agung.

Dari Kerajaan Mataram Islam inilah kemudian Pangeran Mangkubumi mendirikan Keraton sebagai perlambang diakuinya kepemimpinan dan pemisahan dirinya dari Kerajaan Pajang dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sayangnya, lahirnya Keraton tersebut tidak menghentikan berbagai intrik dan perebutan kekuasaan yang terjadi.

Puncaknya adalah lahirnya Perjanjian Giyanti di tahun 1755, dimana perjanjian tersebut membagi kerajaan menjadi dua bagian, yaitu Keraton Surakarta di bagian timur dengan rajanya Paku Buwono, serta Keraton Jogja di bagian barat dengan rajanya Sultan Hamengku Buwono.

Keraton Jogja sebagai Cagar Budaya

Bangunan Keraton dirancang sendiri oleh Sultan Hamengku Buwono I dengan bagian – bagian :

  • Komplek Alun – alun Lor (subkomplek : Pagelaran, Masjid Ageng, Alun – alun Lor, dan Gladhak Pangurakan).
  • Komplek Siti Hinggil Lor.
  • Komplek Kamandhungan Lor.
  • Komplek Sri Manganti.
  • Komplek Kedhaton (subkomplek : Kraton kilen, Keputren, Ksatriyan, dan Pelataran Kedhaton).
  • Komplek Kamagangan.
  • Komplek Kamagangan Kidul.
  • Komplek Siti Hinggil Kidul.
  • Komplek Alun – alun Kidul dan Nirbaya

keraton jogja

Selain sebagai rumah kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono X dan keluarga, keraton juga berfungsi sebagai Cagar Budaya masyarakat Jawa khususnya, dan masyarakat dunia umumnya. Sebagai cagar budaya, keraton sering melangsungkan berbagai kegiatan budaya maupun tradisi tertentu untuk mengenalkan Budaya Jawa kepada dunia, sekaligus sebagai daya tarik Kota Jogja bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Keraton Jogja

Beberapa contoh kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan pihak Keraton adalah pagelaran seni tari jawa dengan iringan suara gamelan yang menceritakan tema – tema yang terdapat dalam Babad Tanah Jawa maupun cerita Epic Ramayana. Gerak tubuh para penari yang luwes, serta alunan suara gamelan yang syahdu sungguh mampu menghipnotis siapa saja yang melihat langsung pagelaran tari di Keraton Jogja tersebut.

keraton jogja

Selain pagelaran seni tari, Keraton juga sering mengadakan pagelaran Wayang Orang dengan lakon dan tema yang sama dengan pagelaran tari, namun kali ini dengan gerakan energik layaknya para penari ballet yang sangat memukau para pengunjung.

Sebagai representasi dari budaya jawa, Keraton juga masih menyimpan beberapa ragam pakaian adat, hasil budaya, kerajinan jawa tempo dulu, hingga rumah joglo yang masih berdiri kokoh sebagai bukti kekayaan budaya jawa. Tidak hanya itu, di dalam Keraton Jogja Anda juga dapat menemui betapa ramahnya orang jawa dalam menyapa dan berkomunikasi dengan siapa saja yang datang ke mengunjungi Keraton Jogja.

keraton jogja

Lokasi Keraton Jogja

Bagi Anda yang hendak mengunjungi Keraton Jogja tidaklah terlalu sulit dikarenakan lokasinya yang memang berada di tengah Kota Jogja. Berikut adalah beberapa rute jalan yang dilewati jika Anda hendak berwisata ke :

  1. Jika Anda dari arah utara (Semarang, Wonosobo) silakan ambil rute jalan arteri Ungaran – Ambarawa – Magelang, kemudian lanjutkan perjalanan ke Jl. Magelang Jogja – Terminal Jombor – Jl. Diponegoro – Jl. Mangkubumi – Jl. Malioboro – Jl. Ahmad Yani – jl. Senopati – Jl. Brigjend Katamso – Jl. Ibu Roswo – Jl. William – Jl. Kesatriyan – lalu sampai di Keraton Jogja.
  2. Jika Anda dari arah timur (Solo, Surabaya) maupun dari arah barat (Jakarta, Purwokerto) sebenarnya arahnya sama saja tinggal menuju Tugu Pal Jogja, kemudian belok ke Jl. Mangkubumi, selanjutnya mengikuti rute yang sama seperti tertulis diatas.

Harga Tiket Keraton Jogja

Untuk mengunjungi warisan budaya Keraton Jogja, Anda cukup membayar Rp. 10.000 saja dan Anda sudah dapat berjalan – jalan menikmati semua lingkungan istana sembari mengabadikan momen disana. Jangan lupa untuk menanggalkan atribut topi maupun kacamata ketika Anda berada di dalam Keraton Jogja untuk menghormati kebudayaan dan tradisi jawa yang ada.

Untuk jam berkunjung ke Keraton Jogja dibatasi dari jam 07.00 hingga pukul 12.00 baik hari biasa maupun hari libur. Sebaiknya datanglah ke Keraton Jogja pada jam 09.00, karena pada jam – jam tersebut biasanya sedang ada pementasan tari serimpi yang elok dan menakjubkan yang dapat dinikmati oleh siapa saja yang sedang berada di dalam komplek Keraton. bagi anda yang ingin dipandu tour di keraton, pihak istana juga memfasilitasi guide – guide yang menceritakan seluk beluk dari keraton itu sendiri dan biasanya mereka memang abdi dalem yang bekerja di istana.

Keraton Jogja

Keraton Jogjakarta merupakan salah satu destinasi dari rangkaian perjalanan Paket Wisata Jogja 3 Hari 2 Malam “Telung Ndino Plesir Nang Jogja” yang kami peruntukkan bagi Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan

candi prambanan jogja

admin-lostatrans

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *