Kasongan Jogja, Penghasil Kerajinan Gerabah Bernilai Tinggi Kasongan Jogja, Penghasil Kerajinan Gerabah Bernilai Tinggi
Pernahkah Anda mendengar kata Kasongan Jogja ? Bagi sebagian orang yang tertarik dengan dunia seni utamanya kerajinan gerabah tentu sudah sangat mengenal dengan kata... Kasongan Jogja, Penghasil Kerajinan Gerabah Bernilai Tinggi

Pernahkah Anda mendengar kata Kasongan Jogja ? Bagi sebagian orang yang tertarik dengan dunia seni utamanya kerajinan gerabah tentu sudah sangat mengenal dengan kata tersebut. Kasongan Jogja merupakan salah satu desa wisata yang ada di wilayah Kabupaten Bantul dan terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan gerabah yang bernilai seni tinggi.

Hal tersebut bukanlah omong kosong, nilai artistik dari kerajinan gerabah Kasongan Jogja hingga kini telah banyak diekspor ke berbagai Negara di benua Eropa hingga Amerika. Beberapa hasil produk dari kerajinan gerabah Kasongan Jogja antara lain guci dengan aneka motif ( Naga, mawar, burung merak, bambu, gajah, harimau, dll ), pot tanaman dengan berbagai ukuran, aneka hiasan keramik, pigura, perabotan bambu, hingga topeng serta patung berbagai bentuk dan ukuran.

Lokasi Desa Wisata Kasongan Jogja

Secara geografis, Kasongan termasuk dalam wilayah Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, serta berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Jogja. Untuk menuju ke Kasongan Jogja sangatlah mudah, yaitu cukup dengan menyusuri jalan Jogja – Bantul, nanti di sebelah kanan jalan terdapat gapura besar bertuliskan Kasongan Jogja, langsung masuk ke pertigaan tersebut dan disitulah lokasi yang Anda cari.

Di dukuh yang memiliki luas hampir 50 hektare dan berpenghuni kurang lebih 1.600  jiwa tersebut sebagian besar bermata pencaharian sebagai perajin gerabah. Bahkan dapat dikatakan 95 % penduduk dari Kasongan menggantungkan hidupnya dengan membentuk tanah liat sedemikian rupa untuk menjadi sesuatu yang berharga serta bernilai jual.

Jika Anda memasuki kampung Kasongan, maka akan disuguhi oleh berbagai produk hasil kerajinan gerabah dengan aneka motif, bentuk, serta ukuran berbeda yang tertata rapi di hampir seluruh halaman rumah dan pekarangan warga. Beberapa hasil kerajinan juga terkadang masih berwarna merah bata, artinya gerabah tersebut belum melalui proses pengecatan serta tehnik finishing lainnya agar menghasilkan karya seni yang bernilai jual tinggi.

Sementara itu di bagian sudut kampung Kasongan, akan banyak ditemukan tungku – tungku pembakaran yang berfungsi sebagai ruang pengerasan bentuk gerabah yaitu dengan cara membakar gerabah hasil kreasi warga agar menjadi liat dan tidak mudah pecah maupun berubah bentuk. Untuk Anda yang tertarik mencoba bagaimana cara membuat kerajinan gerabah, di desa wisata Kasongan Jogja ini para pengunjung juga diberi kesempatan untuk turut membentuk tanah liat menjadi suatu benda sesuai keinginan pengunjung.

Perkembangan Desa Wisata Kasongan Jogja

Awalnya, produk gerabah yang dihasilkan oleh warga Kasongan Jogja hanyalah berupa perabotan rumah tangga antara lain cobek, anglo, kuali, serta keren ( tungku untuk memasak dengan bahan bakar kayu ). Namun seiring berjalannya waktu, ragam produk gerabah dari warga Kasongan tidak hanya berupa perkakas rumah tangga saja. Kini berbagai produk gerabah untuk hiasan telah diproduksi di Kasongan Jogja, sebut saja guci dan berbagai patung hiasan yang bernilai seni tinggi.

Hal ini tidak lepas dari peran Sapto Hudoyo, yaitu seorang maestro seni gerabah dan patung. Pada medio tahun 1971 -1972, Sapto Hudoyo yang melihat potensi besar dari warga Kasongan, mencoba membagi ilmu keseniannya dengan warga setempat sehingga profuk gerabah yang dihasilkan tidak hanya berupa perkakas konvensional, namun bertransformasi menjadi ragam produk hias yang memiliki sentuhan seni, estetika serta bernilai jual tinggi.

Di tahun yang sama tersebut, keberadaan Kasongan juga  sangat terbantu dengan dibangunnya jembatan di sisi timur yang menghubungkan Kasongan Jogja dengan Jalan Bantul, sehingga arus penjualan hasil gerabah warga dapat di jual ke luar Kasongan Jogja dengan lebih optimal. Padahal sebelum adanya jembatan penghubung tersebut, warga Kasongan Jogja harus menyeberangi sungai setiap kali hendak menjual hasil gerabahnya ke masyarakat di luar daerah Kasongan Jogja.

kasongan jogja

Hingga kini, di sepanjang kawasan desa wisata Kasongan Jogja penuh dengan galeri – galeri keramik yang menampilkan hasil karya seni warga setempat dalam bentuk berbagai hiasan maupun souvenir. Fungsi dan bentuknya pun sangat bervariatif, dari asbak yang berukuran kecil hingga pot bunga yang berukuran jumbo, dari topeng wajah hingga patung berbentuk kuda setinggi 2 meter.

Terdapat satu produk unggulan dari desa wisata Kasongan yang banyak di cari oleh kolektor seni maupun para wisatawan yang sedang berkunjung ke sentra kerajinan gerabah tersebut, produk tersebut adalah sebuah patung bernama Loro Blonyo. Patung Loro Blonyo merupakan sepasang patung berpakaian pengantin dan berposisi duduk berdampingan. Menurut warga setempat, patung tersebut terinspirasi dari sepasang patung pengantin yang ada di Keraton Yogyakarta, selain itu juga banyak jenis – jenis yang lain dan bisa dipesan sesuai dengan keinginan dari si pemesan.

Nahh sekarang .. tunggu apalagi buat agenda liburan anda dan datang ke kasongan, bersiap untuk berkotor – kotor ria sembari merasakan sensasinya membuat gerabah di desa wisata Kasongan Jogja ?? Kami tunggu kedatangannya secepatnya yaaa …. !!!!

 

admin-lostatrans

Your email address will not be published. Required fields are marked *