Embung Nglanggeran, Telaga Indah di Gunung Api Purba Gunungkidul Embung Nglanggeran, Telaga Indah di Gunung Api Purba Gunungkidul
Ratusan wisatawan pria wanita, orang tua, ABG, bahkan anak – anak terlihat memadati area perbukitan Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Jogjakarta. Siang itu, mesti... Embung Nglanggeran, Telaga Indah di Gunung Api Purba Gunungkidul

Ratusan wisatawan pria wanita, orang tua, ABG, bahkan anak – anak terlihat memadati area perbukitan Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Jogjakarta. Siang itu, mesti matahari tepat diatas kepala, tidak menyurutkan niat dan animo berkunjung mereka ke obyek wisata yang sedang naik daun ini, yaitu Embung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran adalah sebuah obyek wisata yang terbilang baru di kawasan tersebut, yang sejatinya berupa waduk buatan untuk menampung air yang berada di atas bukit bebatuan karst yang masih satu kawasan dengan Gunung Api Purba di Desa Nglanggeran. Tujuan awal pembentukan Embung Nglanggeran ini adalah sebagai sumber air bagi lokasi pertanian dan perkebunan warga setempat yang ada di bawah waduk.

Perjalanan Menuju Embung Nglanggeran

Bersama beberapa teman satu tim, Kami termasuk diantara ratusan wisatawan yang memenuhi obyek wisata Embung Nglanggeran siang itu. Memulai perjalanan pukul 07.30, setelah sarapan di sebuah kedai kopi di daerah Nologaten, Kota Jogja, Kami pun segera meluncur menuju jalan Jogja – Wonosari. Meskipun masih diselimuti rasa kantuk akibat lembur deadline kantor semalam, tak juga menyurutkan niat Kami untuk memuaskan rasa penasaran terhadap waduk yang berada di atas bukit tersebut.

embung nglanggeran

Beruntung driver mobil yang Kami tumpangi sudah pernah kesana. Ia pun berpesan bahwa perjalanan menuju Nglanggeran tak semulus jalan ke Roma. Eh … maksudnya tak semulus jalan raya pada umumnya. Dan benar saja, setelah melewati Balai Desa Nganggeran dan mulai memasuki jalan sempit menuju TKP, Kami dihadapkan dengan jalan terjal meliuk dengan jurang menganga di kanan kiri jalan.

embung nglanggeran

Akses jalan dengan aspal ala kadarnya, bahkan lebih banyak bebatuan halus dicampur tanah kering tersebut Kami lalui sepanjang kurang lebih 5 km menuju puncak bukit dimana Embung atau telaga tersebut berada. Untung saja driver Kami sangat berpengalaman sehingga jalan terjal berliku tersebut dapat dilewati meskipun dengan sedikit ketegangan melihat dalamnya jurang di sisi hampir sepanjang jalan menuju Nglanggeran.

Pemandangan Indah Embung Nglanggeran

Tibalah Kami di area parkir yang sudah mulai penuh dengan berbagai kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor. Setelah memastikan mobil rapi terparkir, Kami pun berbegas menuju waduk yang dimaksud dengan menaiki anak tangga lumayan jauh kurang lebih 10 menit  dari lokasi parkir kendaraan.

embung nglanggeran

Dan waaoow .. ternyata inilah Embung Nglanggeran yang sedang sering diobrolkan orang di berbagai media sosial. Sebuah waduk cantik dengan air berwarna biru kehijauan, dengan background pemandangan Gunung Api Purba di sebelah timur, serta rimbunnya pepohonan yang terlihat dari kejauhan di bagian bawahnya.

embung nglanggeran

Menurut penuturan salah satu juru parkir yang merupakan warga setempat, pepohonan rimbun yang berada di bawah Embung Nglanggeran tersebut adalah perkebunan milik para petani Desa Nglanggeran yang ditanami Pohon Durian dan Pohon Kelengkeng. Dan masih kata Beliau, memang tujuan utama dari pembangunan waduk tersebut adalah sebagai cadangan air untuk mengairi perkebunan dibawahnya terutama jika menghadapi musim kemarau.

Kami pun kemudian ditunjukkan sebuah prasasti hitam bertanggal 19 Februari 2013 yang terdapat tanda tangan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bentuk peresmian pembangunan Embung Nglanggeran sebagai waduk pengairan kebuh buah. Tidak hanya prasasti, di dekatnya juga terdapat patung replika berbentu buah kelengkeng dan durian, bahkan di badan bukit Embung Nglanggeran tersebut terdapat tulisan besar berbunyi : “Selamat Datang di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk Gunungkidul”.

embung nglanggeran

embung nglanggeran

Setelah puas mengobrol dengan juru parkir tersebut, Kami kemudian mencoba menaiki bukit untuk melihat spot lain dari Embung Nglanggeran selain waduk dan pohon buahnya. Dan dari atas bukit tersebut terlihat dengan jelas deretan Gunung api Purba yang juga merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Gunung Kidul. Di atas bukit tersebut juga terdapat area perkemahan yang kerap digunakan oleh wisatawan untuk berkemah disana.

Meskipun terbilang baru sebagai obyek wisata, namun fasilitas yang ada di Embung Nglanggeran cukup memadai. Selain area perkemahan, tersedia juga empat buah saung yang berada di sisi embung sebagai tempat berteduh sekaligus menikmati pemandangan Embung Nglanggeran. Parkir yang cukup memadai, dua buah toilet umum, serta sebuah warung makanan kecil dan minuman juga terdapat di obyek wisata Embung Nglanggeran tersebut.

Bagi Anda yang penasaran dengan pemandangan obyek wisata Embung Nglanggeran dan hendak berkunjung kesana, berikut adalah opsi rute yang dapat Anda lalui :

1.    Dari Wonosari ke Embung Nglanggeran
Wonosari – Bundaran Siyono – Tugu Batas Wonosari Kota – Lapangan Udara TNI AU Gading – Rest Area Bunder – putar kanan di Pertigaan Sambipitu – lurus 5 km hingga bertemu pertigaan, ambil kiri dan masuk padukuhan Widoro Wetan – Balai Dukuh Nglanggeran Wetan – pertigaan ambil kanan – Embung Nglanggeran.

2.    Dari Kota Jogja ke Embung Nglanggeran
Kota Jogja – Jalan Wonosari – Bukit Bintang – Perempatan Radio GCD FM ambil kiri – Desa Ngoro – oro – setelah UPT Puskesmas Patuk II ada pertiaan ambil kanan – Pendopo Kalisong lurus – setelah SDN Nglanggeran ada pertigaan ambil kiri – setelah itu ikuti saja papan petunjuk menuju Embung Nglanggeran.

admin-lostatrans

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *