Durian Menoreh Dari Desa Banjaroya Jogjakarta Durian Menoreh Dari Desa Banjaroya Jogjakarta
Memasuki akhir tahun ataupun awal tahun, pasti identik dengan libur panjang. Hemmm travelers sudah menentukan kah kemana akan berlibur? Jika travelers memilih kota Jogja... Durian Menoreh Dari Desa Banjaroya Jogjakarta

Durian Menoreh

Memasuki akhir tahun ataupun awal tahun, pasti identik dengan libur panjang. Hemmm travelers sudah menentukan kah kemana akan berlibur? Jika travelers memilih kota Jogja sebagai destinasi anda, maka travelers tak perlu bingung lagi, karena di sini semuanya ada, dari obyek yang mengedukasi, bersejarah, berseni, refreshing city tour, ke pantai, ke gunung atau bukit, hingga wisata kuliner, semuanya siap menghiasi hari hari treavelers di Jogja. Nahh karena ini termasuk liburan musiman, maka rumahwisata.com juga ingin membahas kuliner musiman yang banyak di idam – idamkan oleh semua kalangan dan generasi yaitu buah Durian, hemm kira – kira travelers tau nda sih dimana tempat untuk berburu buah durian saat di Jogja? Mumpung musim duren di Jogja ni guys, rumahwisata.com ngasih rekomendasi tempat berburu Durian Menoreh di Desa Banjaroya.

Durian Menoreh ini adalah durian yang mempunyai ciri khas dengan keunggulan daging buahnya berwarna kuning kemerahan  dan rasanya lebih manis dibandingkan dengan jenis durian lainnya. Dan karena keunggulan yang dimiliki Desa Banjaroya ini maka ditetapkannya sebagai varietas durian unggulan nasional diantaranya Durian Menoreh Kuning dan Durian Menoreh Jambon. Jika travelers ke Desa Banjaroya saat musim panen Durian Menoreh, maka travelers akan disapa dengan aroma durian yang begitu menyengat. Masa panen Durian Menoreh adalah pada bulan September sampai bulan Febuari.

Durian Menoreh

Saat berkunjung ke desa ini pada musim panen, travelers akan sangat mudah menemukan lapak para penjual durian di sepanjang Kalibawang – Borobudur. Inilah berkah yang di dapatkan warga desa Banjaroya saat musim panen Durian Menoreh, karena bisa dikatakan warga desa Banjaroya terutama daerah Kalibawang semua warganya memiliki pohon durian varietas menoreh kuning. Dan biasanya setiap bulan Desember di desa Banjaroya diselenggarakan Festival Durian Banjaroya. Kegiatannya berupa kontes durian, obral durian, dan games.

Sesuai dengan nama desa ini, Banjaroya yang artinya daerah yang makmur, memiliki otoritas untuk mengatur wilayahnya sendiri. Nama desa inilah yang diberikan Sri Sultan Hamengkubuwono saat empat kelurahan bergabung, diantaranya Kalibawang, Tanjung, Tonogoro, dan Beji. Menurut dewabara.wordpress.com Dengan bergabungnya empat kelurahan ini, Raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berharap desa Banjaroya menjadi desa yang bisa berkembang, ayem, tentrem, dan kertaharja.

Nah, di desa Banjaroya tak hanya Durian Menoreh yang travelers tuju, karena di daerah sini dekat sekali dengan objek wisata lainnya guys. So, travelers tidak akan bosan dan hanya berpikiran sekedar desa wisata yang seperti biasanya. Tapi ke daerah sini travelers tidak akan menyia – nyiakan waktunya dan perjalanan anda yang panjang akan terbayar semuanya kog guys. Travelers bisa menentukan sendiri lokasi yang ingin dikunjungi sebelum atau sesudah menyantap Durian Menoreh khas dari desa Banjaroya ini.

Jika travelers hobi berfoto – foto atau memiliki bakat fotografi, travelers bisa mengunjungi Bendungan Ancol, disini travelers akan menemukan hulu dari selokan mataram. Untuk travelers yang pastinya senang berpetualang dan ingin sedikit tantangan, travelers bisa rafting atau arum jeram menyusuri Sungai Progo. Wisata religinya pun ada lho guys. Bagi umat Muslim yang ingin berziarah bisa mengunjungi Makam Simbah Kyai Krapyak Tsani, Makam Simbah Kyai Banjar, dan Makam Sentono. Bagi umat Nasrani bisa berziarah ke Goa Maria Sendangsono yang telah dibahas rumahwisata.com pada ulasan sebelumnya. Adapun objek wisata baru yang telah diresmikan oleh Sultan Hamengkubuwono pada Febuari 2014 lalu yaitu Embung Banjaroya. Embung ini berada di daerah perbukitan menoreh yang mempunyai fungsi sebagai sumber air cadangan, dan biasanya digunakan untuk mengairi kebun durian yang luasnya mencapai 30 hektar. Maklumlah travelers namanya juga desa ini mayoritas memiliki kebun durian, terbukti di Embung Banjaroya didirikannya patung durian raksasa sebagai simbol bahwa desa ini penghasil durian yang unggul.

Bagaimana travelers, apa kalian sudah siap berburu Durian Menoreh? jika travelers ingin mencoba membeli langsung dari pohonnya juga bisa menyusuri desa ini, tapi sulit memastikan apakah duriannya belum di panen atau sudah, tetapi banyak juga warga – warga yang menjual Durian Menoreh langsung di depan rumahnya. So travelers harus punya waktu yang tepat. Terlebih lagi jika travelers ingin mencoba Durian Menoreh Jambon, karena varietas ini masih jarang dan susah ditemukan di lapak pinggir jalan. Tapi jika travelers beruntung, travelers bisa menyusuri perkampungan dan mencari Pohon Induk Durian Jambon punya Bu Kasiyatun. Tapi memang perlu kesabaran yang besar ya travelers karena memang Durian Menoreh Jambon banyak di incar wisatawan dan buahnya tidak sebanyak Durian Menoreh Kuning dan Putih saat panen. Tapi Durian Menoreh Kuning punya Banjaroya tidak kalah enaknya kog guys. Sungguh kecintaan travelers terhadap raja buah ini, akan semakin dalam cintanya, hehehe... Agak berlebihan ya guys. Ya tapi travelers silahkan mencoba dan menilai sendiri deh bagaimana nikmatnya durian varietas unggul dari Banjaroya ini.

admin-lostatrans

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *