Curug Gede Patuk, Gunungkidul Curug Gede Patuk, Gunungkidul
Curug Gede Gunungkidul merupakan air terjun yang mengandalkan debit air yang berasal dari air hujan.  Pas bangetkan travelers di musim hujan ini berwisata ke... Curug Gede Patuk, Gunungkidul

curug gedeCurug Gede Gunungkidul merupakan air terjun yang mengandalkan debit air yang berasal dari air hujan.  Pas bangetkan travelers di musim hujan ini berwisata ke Curug Gede Gunungkidul, musim hujan ya travelers bukan berarti kesananya pas hujan – hujan lho yaa. Meskipun curug ini sering dinobatkan sebagai air terjun musiman, tapi air terjun Curug Gede Gunungkidul ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Huuuu kebayangkann tingginya travelers?

Curug Gede Gunungkidul memiliki daya tarik tersendiri yang berada pada aliran sungai Gembyong di perbukitan Patuk, Gunungkidul. Air terjun ini dikelilingi oleh tebing batu yang cukup tinggi dan dihiasi dengan pepohonan serta semak belukar yang sangat rimbun di area tepi tebing. Batuan yang berada disekitar Curug Gede Gunungkidul yakni bebatuan kapur khas perbukitan Gunungkidul.

Bila travelers ke curug ini setelah diguyur hujan sehari sebelumnya, atau di tengah – tengah musim penghujan pasti debit airnya akan sangat deras, bahkan butiran air yang beterbangan cukup banyak. Dan saat travelers berdiri di depan Curug Gede Gunungkidul sangat terasa angin yang begitu kencang membawa butiran air yang akan membasahi travelers.

Sekali lagi rumahwisata.com mengingatkan travelers ya, jika ingin ke Curug Gede Gunungkidul tidak saat hujan berlangsung ya, musim penghujan bukan berarti berangkat kesana saat hujan ataupun setelah diterjang hujan deras ya guys. Sebaiknya travelers melihat ramalan cuaca sebelum berangkat jangan sampai wisatamu kali ini tidak sesuai rencana. Travelers juga harus ekstra hati – hati saat tracking menuju Curug Gede Gunungkidul. Karena jalan menuju curug melewati beberapa turunan yang cukup tajam.

Sebenarnya jalan menuju Curug Gede Gunungkidul cukup menantang adrenalin travelers, terlebih lagi bila jalanan yang baru diguyur hujan. Hemmm pastinya licin ya travelers. Maka dari itu travelers perlu persiapan yang matang dan tidak menggunakan alas kaki yang licin. Namun dengan begitu, tentunya perjalanan travelers tidaklah membosankan.

Travelers akan melewati pemetak sawah dengan sedikit anak tangga, kemudian menyusuri jembatan dari bambu yang panjangnya sekitar 50 meteran. Travelers tak perlu khawatir dengan jembatan yang terbuat dari 5 bambu tersebut, karena jembatannya sudah disusun rapi dan erat, disisi kananya pun diberi pembatas pagar  bambu. Tak sampai disitu saja guys.

Untuk menuju dasar  Curug Gede Gunungkidul, travelers melewati satu tantangan lagi yaitu melewati sungai kecil dengan bebatuannya. Disanapun sudah disediakan tambang untuk pegangan travelers. So travelers harus ekstra hati – hati dan bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang indah di bawah sana. Pokoke semboyan kali ini pelan tapi pasti wess, hehhe..

Bagaimana travelers, apakah kamu siap menjelajahi wisata Curug Gede Gunungkidul?

Air terjun ini berada di perbatasan antara kabupaten Sleman dan kabupaten Gunungkidul. Sungai Gembyong yang menjadi penanda perbatasan Sleman dan Gunungkidul sekaligus yang menjadi asal datangnya debit air di Curug Gede Gunungkidul. Curug ini masuk wilayah Gunungkidul, tepatnya di dusun Gembyong, desa Ngoro – oro, kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta.

Rute perjalanan menuju Curug Gede Gunungkidul dari kota Jogja, travelers langsung saja mengambil jalan menuju Wonosari, melewati Bukit Bintang, setelah sampai di perempatan Pathuk, travelers ambil arah kiri yaitu arah ke desa Ngoro-oro, setelah dari situ travelers akan menemui tower stasiun televisi, kemudian travelers masuk perempatan Nglanggeran, travelers ambil arah kiri ikuti terus jalan aspal kanan – kiri sawah, memasuki jalan desa Gambyong. Nanti dari situ akan terlihat tempat parkir menuju tempat wisata.

Karena curug ini berada di antara lembah, maka travelers harus melewati Jembatan gantung atau dikenal sebagai jembatan Lemah Abang. Dari jembatan ini pun travelers dapat melihat langsung sungai Gembyong. Bila melihat dari atas jembatan lemah Abang, terasa sekali seperti melihat jurang ke bawah. Jembatan inipun cukup tinggi ya travelers, maka dari itu sering juga di sebut jembatan gantung tertinggi di Jogja, tinggi jembatan ini sekitar 25 – 30 meter. Dan jembatan ini hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Kebayang gak tuh guys. Berada di jembatan tinggi seperti ini, dan tiba kendaraan motor lewat, huuu jembatannya ikut goyang guys. Tapi walaupun lantai kayunya sudah mulai lapuk, jangan remehkan jembatan ini ya travelers. Jembatan ini juga jadi jembatan hits anak sosial media lho. Jadi jangan sampai tidak mengambil gambar di jembatan yang menghubungkan Sleman dan Gunungkidul ini ya guys. Biar muka travelers gak tegang tegang amatlah.. hehehe…

Okey deh travelers, rasanya sudah cukup informasi tentang Curug Gede Gunungkidul. rumahwisata.com sudah menjelasan kenapa travelers harus kesana, dimana lokasinya, dan bagaimana jalan menuju Curug Gede Gunungkidul, dan travelers harus bagaimana saat berada di lokasi tersebut. Jika masih ada yang kurang baik dari segi informasinya ataupun mengenai apapun itu, travelers silahkan meninggalkan komentar di bawah yaa. Salam travelers

admin-lostatrans

  • andi

    February 19, 2017 #1 Author

    Keren banget tempat e itu

    Reply

    • admin-lostatrans

      March 9, 2017 #2 Author

      ayooo main ke gunung kidul gan..masih banyak tempat yang bagus

      Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *