Melongok Kecantikan dan Keelokan Candi Sambisari Yogyakarta Melongok Kecantikan dan Keelokan Candi Sambisari Yogyakarta
Sesuai dengan nama dusunnya, candi ini bernama Candi Sambisari. Candi yang berada di Jl. Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini... Melongok Kecantikan dan Keelokan Candi Sambisari Yogyakarta

Sesuai dengan nama dusunnya, candi ini bernama Candi Sambisari. Candi yang berada di Jl. Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan salah satu candi yang pernah tertimbun oleh erupsi gunung Merapi yang meletus secara besar – besaran pada sekitar abad ke 11.

Kompleks ini merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan 3 buah candi perwara di depannya. Candi ini juga di kelilingi oleh dua buah pagar. Pada pagar pertama terdapat pintu masuk di masing – masing sisinya, pagar kedua baru dinampakkan sebagian sisi timur. Pada halaman candi terdapat delapan buah lingga semu yang terletak di delapan arah mata angin.

candi sambisari

Bangunan induk Candi Sambisari menghadap ke arah barat. Pada bagian luar dinding tubuh candi induk terdapat relung yang berisi patung durga mahisasuramardini di sebelah utara. Patung ganesha di sebelah timur dan patung agastya di sebelah selatan. Di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu yaitu mahakala dan nandiswara.

candi sambisari

Sedangkan candi perwara menghadap ke sebelah timur. Ketiga candi perwara itu tidak memiliki tubuh dan atap. Yang ada hanya kaki candi yang di atasnya terdapat pagar langkan. Pada candi perwara tengah dan utara, di tengah – tengah ruangan terdapat lapik berbentuk bujur sangkar dan diatasnya terdapat padmasana (tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu).

candi sambisari

Pada Minggu Kliwon tanggal 9 September 1966 secara kebetulan Candi Sambisari ditemukan oleh seorang petani bernama Arjo Wiyono yang pada mulanya sedang membajak sawahnya. Dengan temuannya, beliau melapor kepada kepala desa setempat. Kemudian Kepala Desa melapor ke Kelurahan Purwomartani, ke kantor Kecamatan Kalasan dan terakhir melaporkan hasil temuan tersebut ke Dinas Purbakala Prambanan.

Ekskavasi penyelamatan dilakukan setelah diperoleh kepastian bahwa penemuan struktur batu candi tersebut merupakan sebuah bangunan candi yang masih terpendam. Ekskavasi Candi Sambisari dilakukan oleh Kantor Peninggalan Purbakala di bantu oleh mahasiswa Arkeologi Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada pada bulan September 1966 berlanjut hingga tahun 1976/1977.

Kegiatan tersebut telah berhasil menampakkan candi induk dan tiga buah candi perwara yang terletak 6,5 kilometer di bawah permukaan tanah. Dan juga dapat diketahui diluar pagar keliling halaman pusat terdapat teras selebar kurang lebih delapan meter dengan tangga naik di setiap sisinya, dan struktur pagar keliling halaman dua di sisi timur.

candi sambisari

Selain temuan arca dari batu andesit, selama kegiatan ekskavasi tersebut juga di temukan keramik asing, gerabah, arca bodhisatva vajaprani dari perunggu dan lempengan emas bertulisan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim Fakultas Geologi Universitas Gajah Mada, dapat diketahui bahwa material gunung Merapi menutup Candi Sambisari secara berulang – ulang dan prosesnya tidak frontal atau perlahan – lahan. Hal ini dapat dilihat dari lapisan tanah atau stratigrafi yang terbentuk sedikit demi sedikit menunjukkan alur proses kejadian.

Kegiatan pemugaran Candi Sambisari di awali dengan melakukan penelitian pesiapan pemugaran, yaitu pembongkaran, identifikasi, seleksi komponen batu, klasifikasi, dan selanjutnya di lakukan penyusunan percobaan. Susunan percobaan candi induk di mulai pada bagian atap, tubuh dan pagar langkan. Sedangkan pelaksanaan pemugaran dimulai dengan pembongkaran candi induk.

candi sambisari

Kegiatan selanjutnya yaitu penyusunan kembali, batu – batu dasar candi induk diperkuat dengan jalan di cor cairan semen pada celah – celah batunya. Untuk batu – batu candi yang tidak ditemukan di ganti dengan batu baru polos. Pelaksanaan pemugaran pada ketiga candi perwara juga di mulai dengan pembongkaran dan dilakukan penyusunan percobaan untuk berikutnya di susun kembali.

candi sambisari

Pelaksanaan pemugaran Candi Sambisari yang di kerjakan oleh putra bangsa Indonesia ini memerlukan waktu kurang lebih enam tahun, dari tahun 1976, 1977 sampai dengan 1982, 1983. Keberhasilan tersebut di tandai dengan peresmian purna pugar oleh Direktur Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof DR Haryati Soebadio pada 23 Maret 1987.

Keunikan Candi Sambisari terletak pada hiasan pipih tangga tampak relief raksasa cebol yang menyangga makara. Titik pusat Candi Sambisari terletak di sebelah selatan tangga. Candi Sambisari tidak mempunyai kaki, kaki candi berfungsi sebagai alas. Ketika kita masuk ke candi, Kala yang terdapat terlihat polos tidak berhias apapun seperti candi – candi lainnya yang berhiaskan seorang raksasa.

candi sambisari

Lalu ada pagar langkan yang berfungsi sebagai jalan untuk mengelilingi candi. Berikutnya adalah adanya umpak – umpak yang menunjukkan bahwa di Candi Sambisari ada bangunan kayu di dalamnya. Seperti candi hindu yang lain, di relung utara relief arca, terdapat arca durga mahisasuramardini, hanya saja berbentuk relief, bukan arca yang berdiri sendiri.

Pendirian relief arca diperkirakan semasa dengan Candi Prambanan, Candi Plaosan dan Candi Sojiwan sekitar abad 9 sampai abad 10 M. Hal tersebut berdasarkan batu isian yang di gunakan di relief arca serta diperkuat dengan adanya penemuan lempengan emas bertulisan. Prasasti tersebut berhuruf Jawa kuno yang berbunyi om siwastana yang berarti hormat, pembuatan tempat atau rumah bagi dewa Siwa.

candi sambisari

Latar belakang keagamaan Candi Sambisari adalah Hindu Siwaistis berdasarkan temuan arca. Di dalam bilik candi induk terdapat Lingga Yoni yang merupakan aspek Dewa Siwa. Lingga salah satu perwujudan dari Dewa Siwa, sedangkan Yoni merupakan perwujudan istrinya. Kesatuan Lingga Yoni adalah lambang totalitas dan lambang kesuburan. Selain itu juga ditemukan arca durga mahisasuramardini, ganesha, agastya serta maha kala dan nandiswara sebagai penjaga pintu. Arca – arca ini merupakan pantheon dalam agama Hindu.

Pada tahap akhir pemugaran Candi Sambisari, dilakukan pembuatan saluran air dengan gorong – gorong di sekeliling luar teras sepanjang kurang lebih 264 meter yang menuju ke bak penampungan air. Dalam penataan lingkungan di lakukan kegiatan pertamanan dengan menanam pohon pelindung dan tanaman hias. Selain itu juga di bangun ruang koleksi sebagai sarana informasi, penunjang pariwisata dan penelitian ilmiah.

admin-lostatrans

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *